Sabtu, 28 Juli 2012

KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III (MOBILISASI, SENAM HAMIL, ISTIRAHAT DAN TIDUR)


BAB II
TINJAUAN TEORI
KEBUTUHAN FISIK IBU HAMIL TRIMESTER I, II, III (MOBILISASI, SENAM HAMIL, ISTIRAHAT DAN TIDUR)

2.1  MOBILISASI, BODY MEKANIK
       Sikap tubuh seorang wanita yang kurang baik dapat mengakibatkan sakit pinggang. Alternatif sikap untuk mencegah dan mengurangi sakit pinggang.

1.      Gerakan atau goyangkan panggul dengan tangan diatas lutut dan sambil duduk di kursi dengan punggung yang lurus atau goyangkan panggul dengan posisi berdiri pada sebuah dinding.
2.       Untuk berdiri yang lama misalnya menyetrika, bekerja di luar rumah yaitu letakkan satu kaki diatas alas yang rendah secara bergantian atau menggunakan sebuah kotak.
3.      Untuk duduk yang lama caranya yaitu duduk yang rendah menapakkan kaki pada lantai lebih disukai dengan lutut lebih tinggi dari pada paha.
4.      Menggunakan body mekanik dimana disini otot-otot kaki yang berperan.
a.       Untuk menjangkau objek pada lantai atau dekat lantai yaitu dengan cara membengkokan kedua lutut punggung harus lurus, kaki terpisah 12-18 inchi untuk menjaga keseimbangan.
b.      Untuk mengangkat objek yang berat seperti anak kecil caranya yaitu mengangkat dengan kaki, satu kaki diletakkan agak kedepan dari pada yang lain dan juga telapak lebih rendah pada satu lutut kemudian berdiri atau duduk satu kaki diletakkan agak kebelakang dari yang lain sambil ibu menaikkan atau merendahkan dirinya. 
5.      Menyarankan agar ibu memakai sepatu yang kokoh atau menopang dan tumit yang rendah tidak lebih dari 1 inchi.
       Ibu hamil boleh melakukan kegiatan/aktivitas fisik biasa selama tidak terlalu melelahkan. Ibu hamil dapat melakukan pekerjaan seperti menyapu,mengepel, masak, dan mengajar. Semua pekerjaan tersebut harus sesuai dengan kemampuan wanita tersebut dan mempunyai cukup waktu untuk istirahat.
       Secara anatomi, ligamen sendi putar dapat meningkatkan pelebaran atau pembesaran rahim pada ruang abdomen. Nyeri pada ligamen ini terjadi karena pelebarab dan tekanan pada ligemen karena adanya pembesaran rahim. Nyeri pada ligamen ini merupakan suatu ketidaknyamanan pada ibu hamil. Sikap tubuh yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil :
a.       Duduk
       Tempatkan tangan di lutut dan tarik tubuh  ke posisi tegak. Atur dagu ibu dan tarik bagian atas kepala seperti ketika ibu berdiri.
b.      Berdiri
       Sikap berdiri yang benar sangat membantu sewaktu hamil di saat janin berat janin semakin bertambah, jangan berdiri untuk jangka waktu yang lama. Berdiri dengan menegakkan bahu dan mengangkat pantat. Tegak lurus dari telinga sampai ke tumit kaki.
c.       Berjalan
       Ibu hamil penting untuk tidak memakai sepatuberhak tinggi atau tanpa hak. Hindari juga sepatu bertumit runcin karena mudah menghilangkan keseimbangan.
d.      Tidur
       Ibu boleh tidur tengkurap kalau sudah terbiasa namun tekuklah sebelah kaki dan pakailah guling supaya ada ruangan bagi anak anda. Posisi miring juga mengenangkan, namun jangan lupa memakai guling untuk menopang beratrahim anda. Sebaiknya setelah usia kehamilan enam bulan, hindari tidur terlentang, karena tekanan rahim pada pembuluh darah utama dapat menyebabkan pingsang. Tidur dengan kedua tungkai kaki lebih tinggi dari badan dapat mengurangi rasa lelah.
e.       Bangun dari berbaring
       Untuk bangun dari tempat tidur, geser dulu tubuh ibu ke tepi tempat tidur, kemudian tekuk lutut. Angkat tubuh ibu perlahan dengan kedua tangan, putar tubuh lalu perlahan turunkan kaki ibu. Diamlah dulu dalam posisi duduk beberapa saat sebelum berdiri Lakukan setiap kali ibu bangun dari berbaring.
f.       Membungkuk dan mengangkat
       Terlebih dahulu menekuk lutut dan gunakan otot kaki untuk tegak kembali. Hindari membungkuk yang dapat membuat punggung tegang, termasuk untuk mengambil sesuatu yang ringan sekalipun.

2.2  SENAM HAMIL
       Menurut Ervin Indarti, Fisioterapis RSI jemur sari Surabaya, senam hamil bermanfaat untuk mempermudah proses kelahiran , mengurangi rasa sakit pada saat melahirkan, serta memperkuat otot-otot dasar panggul dn dinding perut ibu dalam memperlancar proses kelahiran.
       Senam hamil ini  hanya bisa dilakukan ketika kandungan berusia 22-36 minggu. Namun yang perlu diperhatikan tidak semua kondisi ibu hamil dapat melakukan treatment ini. Disarankan sebelum melakukan senam, konsultasi terlebih dahulu dengan dokter pendamping.
       Ada 2 tipe kondisi wanita yang tidak bisa melakukan yaitu yang bersifat relative (riwayat kebidanan jelek, janin kembar, penderita diabetes, letak bayi sungsang). Sementara yang bersifat mutlak tidak boleh dilakukan senam hamil adalah (penderita penyakit jantung, hipertensi, resiko kelahiran premature). Latihan senam ini harius dihentikan jika terjadi keluhan nyeri di bagian dada, nyeri kepala, dan nyeri persendian, kontraksi rahim yang sering, keluar cairan, denyut nadi meningkat >140/menit, kesulitan untuk berjalan, dan mual serta muntah yang menetap.
       Senam hamil dibagi menjadi 4 tahap berdasarkan usia kandungan. Tahap pertama (usia kehamilan 22-25minggu). Tahap kedua (usia kehamilan 26-30minggu). Tahap ketiga (usia kehamilan 31-35minggu). Dan tahap ke empat (usia kehamilan 36-melahirkan)
       Senam hamil pada kehamilan normal atas nasihat dari dokter atau bidan dapat dimulai pada kehamilan kurang lebih 16-38 minggu. Ibu hamil dapat mengikuti kelas senam hamil yang disediakan di fasilitas kesehatan dengan instruktur yang bersertifikat. Pelaksanaan senam sedikitnya seminggu sekali dan menggunakan pakaian yang sesuai dan longgar. Lakukan selalu pemanasan dan pendinginan setiap kali senam. Intensitas senam harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Bila di lantai gunakan kasur atau matras saat melakukan senam. Jangan mendadak berdiri sesuai senam, tetapi lakukan secara perlahan untuk menghindari pusing.
        Bidan hendaknya menyarankan agar ibu melakukan masing-masing latihan 2 kali pada awal dan berlanjut dengan kecepatan menurut kehendak mereka sendiri hingga sebanyak 5 kali. Secara umum, tujuan utama persiapan fisik dari senam hamil sebagai berikut :
1.      Mencegah terjadinya deformitas (cacat) kaki dan memelihara fungsi hati untuk dapat menahan berat badan yang semakin naik, nyeri kaki, varices, bengkak dan lain-lain.
2.      Melatih dan mengusai teknik pernafasan yang berperan penting dalam kehamilan dan proses persalinan. Dengan demikian proses relaksasi dapat berlangsung lebih cepat dan kebutuhan 02 terpenuhi.
3.      Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul dan lain-lain.
a. Membentuk sikap tubuh yang sempurna selama kehamilan.
b. Memperoleh relaksasi yang sempurna dengan latihan kontraksi dan relaksasi.
c. Mendukung ketenangan fisik.

Beberapa persyaratan yang harus diperhatikan untuk melakukan senam hamil sebagai berikut :
a.        Kehamilan normal yang dimulai pada umur kehamilan 5 bulan (22 minggu)
b.      Diutamakan kehamilan pertama atau pada kehamilan berikutnya yang menjalani kesakitan persalinan / melahirkan anak prematur pada persalinan sebelumnya.
c.        Latihan harus secara teratur dalam suasana yang tenang.
d.       Berpakaian cukup longgar.
e.       Menggunakan kasur/ matras.

Secara lebih detail manfaat senam hamil secara teratur dan terukur adalah sebagai berikut :
1.      Memperbaiki sirkulasi darah
2.      Mengurangi pembengkakan
3.      Memperbaiki keseimbangan otot
4.      Mengurangi resiko gangguan perut termasuk sembelit
5.      Mengurangi kram atau kejang kaki
6.      Menguatkan otot perut
7.      Mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan

            Langkah-langkah senam hamil adalah sebagai berikut:
1.         Duduk bersila dan tegak, kedua lengan mengarah ke depan dan rilex. Dilakukan sebanyak mungkin sebagai posisi sehari-hari.
2.         Sikap merangkak. Jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu, keempat   anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan bahan sejajar dengan lantai. Lakukanlah kegiatan-kegiatan berikut : Tundukkan kepala, lihat perut bagian bawah dan pinggang diangkat sambil mengempiskan perut dan mengerutkan lubang dubur. Kemudian turunkan pinggang dengan mengangkat kepala sambil melemaskan otot-otot dinding perut dan otot dasar panggul. Lakukan gerakan ini sebanyak 8 kali.
3.          Sikap merangkak, letakkan kepala diantara kedua tangan lalu menoleh ke samping kiri/kanan. Kemudian turunkan badan sehingga dada menyentuh kasur dengan menggeser  siku sejauh mungkin kesamping. Bertahanlah pada posisi tersebut selama 1 menit, kemudian ditingkatkan 5-10 menit (sesuai kekuatan ibu hamil).
4.          Berbaring miring ke kiri, lebih baik ke arah punggung bayi, lutut kanan diletakkan di depan lutut kiri, lebih baik diganjal bantal. Lutut kanan ditekuk di depan lutut kiri (lebih baik diganjal bantal). Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri diletakkan di belakang badan.
5.         Berbaring miring, kedua lutut dan kedua lengan ditekuk, dibawah kepala diberi bantal dan dibawah perut pun diberi bantal, agar perut tidak menggantung. Tutuplah mata, tenang dan atur pernafasan dengan teratur dan berirama.
6.         Berbaring terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua tangan dan relax. Lakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut : buka mulut secukupnya tarik nafas dalam semaksimal mungkin, kemudian mulut ditutup lalu mengejan seperti buang air besar. Gerakannya ke bawah badan dan ke depan. Setelah tidak dapat menahan karena lelah, kembali ke posisi awal, ulangi latihan ini sebanyak 3-4 kali dengan interval 2 menit.

2.3  ISTIRAHAT DAN TIDUR
       Wanita hamil harus mengurangi semua kegiatan yang melelahkan, tapi tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari pekerjaan yang tidak disukainya. Wanita hamil juga harus menghindari posisi duduk, berdiri dalam waktu yang sangat lama. Ibu hamil harus mempertimbangkan pola istirahat dan tidur yang mendukung kesehatan sendiri, maupun kesehatan bayinya. Kebiasaan tidur larut malam dan kegiatan-kegiatan malam hari harus dipertimbangkan dan kalau mungkin dikurangi hingga seminimal mungkin. Tidur malam ± sekitar 8 jam/ istirahat/ tidur siang ± 1 jam.
       Wanita hamil dianjurkan untuk merencanakan istirahat yang teratur khususnya seiring kemajuan kehamilannya. Jadwal istirahat dan tidur perlu di perhatikan dengan baik, karena istirahat yang teratur dapat meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani untuk kepentingan perkembangan dan pertumbuhan janin. Tidur pada malam hari selama kurang lebih delapan jam dan istirahat dalam keadaan rileks pada siang hari selama satu jam. Ibu hamil harus menghindari posisi duduk dan berdiri dalam menggunakan kedua ibu jari, dilakukan dua kali sehari selama dua menit.


2.4 POSISI TIDUR IBU HAMIL
       Menghabiskan waktu tentu menguras energi, semua aktifitas pasti membakar kalori dan menjadikan tubuh lemas. Maka, satu-satunya hal yang dapat dilakukan untuk memulihkan tenaga adalah istirahat.Pada kehamilan trimester awal wanita hamil dapat tidur dan beristirahat dengan berbagai posisi, yang terpenting adalah dapat memberikan rasa nyaman. Posisi tidur yang nyaman akan sulit didapat oleh wanita hamil yang usia kehamilannya pada trimester ketiga dimana uterus mulai membesar sehingga sulit dalam menentukan posisi tidur. Beberapa posisi tidur ibu hamil:
a. Posisi Tengkurap, Menurut Rahmi (2008) dan Dewi (2008) Di awal kehamilan posisi ini cukup aman, namun paska kehamilan trimester pertama, saat payudara mulai membesar dan lebih sensitif, posisi ini tidak lagi disarankan. Begitu juga di minggu ke 14 saat perut mulai membesar, posisi ini tidak lagi nyaman sehingga harus menyokong paha dengan bantal. Dari hasil survei, di kehamilan 16 minggu, hanya 1 persen ibu hamil yang tidur dengan posisi ini dan 0 persen pada usia kehamilan di atas 16 minggu.
b. Posisi Telentang. Dianjurkan setelah kehamilan 16 minggu wanita hamil untuk tidak tidur telentang, karena dengan tidur posisi telentang meletakan seluruh berat rahim ke bagian belakang, usus, dan vena cava inferior. Tidur dengan posisi telentang juga dapat meningkatkan resiko sakit pinggang, wasir, gangguan pencernaan, menganggu pernafasan dan sirkulasi. Posisi tidur telentang pada trimester ke dua dan tiga juga dapat mempengaruhi tekanan darah. Seperti turunnya tekanan darah yang menimbulkan sakit kepala. Sedangkan wanita yang memiliki tekanan darah tinggi, posisi ini sama sekali tidak dianjurkan (Suririnah, 2004) dan (Dewi, 2008).
c. Posisi Miring Ke Kiri. Menurut Bobak (2004), Musbikin (2005), dan Dewi (2008) Wanita hamil sangat dianjurkan untuk tidur dengan posisi miring kekiri, terutama dikehamilan 16 minggu, karena janin akan mendapatkan aliran darah dan nutrisi yang lebih maksimal. Posisi ini juga membantu ginjal membuang sisa produk dan cairan dari tubuh, sehingga mengurangi pembengkakkan di kaki, pergelangan kaki dan tangan.
d. Posisi Miring Ke Kanan. Posisi ini juga aman bagi wanita hamil, sehingga dapat berganti posisi dari miring ke kiri atau kekanan, tergantung kenyamanannya (Dewi, 2008). Jika posisi punggung bayi kebetulan berada di sebelah kanan, pada saat tidur miring kekiri maka janin akan "memberontak" terus-menerus. Hal ini karena posisi janin seolah-olah jatuh tertelungkup, untuk mengatasinya dianjurkan untuk tidur miring kekanan (Musbikin, 2005).
       Di kehamilan usia lanjut, saat perut telah begitu besar, akan merasakan kondisi kurang nyaman, seperti kram, sering buang air kecil, kontraksi palsu, tendangan bayi, dan peningkatan asam lambung yang membuat anda kerap terbangun dan mengubah posisi tidur beberapa kali. Belum ada penelitian lebih lanjut tentang posisi tidur yang aman untuk wanita hamil, tapi para pakar menganjurkan bahwa setelah kehamilan 16 minggu, sebaiknya wanita hamil tidur dengan posisi miring ke sisi kiri. Posisi tidur miring kekiri dianjurkan selama kehamilan karena posisi tidur miring ke sisi kiri dapat membantu mengoptimalkan aliran darah oksigen dan nutrisi ke fetoplasenta dengan mengurangi tekanan pada vena kava asenden (hipotensi supine) (Bobak, 2004). Menurut Rahmi (2008) Posisi miring kekiri juga membantu ginjal membuang sisa produk dan cairan dari tubuh, sehingga mengurangi pembengkakkan di kaki, pergelangan kaki dan tangan.










BAB III
TINJAUAN KASUS
STATUS PASIEN

MANAJEMEN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL

Kunjunga Ulang                                                                                              No.Reg 1235/10

LANGKAH I (PENGUMPULAN DATA DASAR)

A.    IDENTITAS KLIEN
Nama Klien                 : Ny. SZ
Umur                           : 29 Tahun
Suku                            : Sunda
Agama                         : Islam
Pendidikan                  : D3
Pekerjaan                     : IRT
Alamat rumah             : Jalan kamp. Baru Rt 06 / Rw 03 no 19, Jakrta Barat
Alamat kantor             : -

IDENTITAS KELUARGA
Nama Suami                : Tn. U
Umur                           : 32 Tahun
Suku                            : Sunda
Agama                         : Islam
Pendidikan                  : S1
Pekerjaan                     : Wiraswasta
Alamat rumah             : Jalan kamp. Baru Rt 06 / Rw 03 no 19, Jakrta Barat
Alamat kantor             : Jakarta Selatan

B.     ANAMNESA (DATA SUBJEKTIF)
Dilakukan pada tangggal 14 juli 2011, Pukul 09:00 WIB, Oleh Poppy .A

1.      Keluhan utama waktu datang : Pusing, Mual
2.      Riwayat menstruasi
·         Menarche                    : 14 tahun
·         Siklus                          : 28 hari (teratur)
·         Banyaknya                  : 3x ganti pembalut/hari
·         Konsistensi                  : cair
·         Dismenorrhea              : tidak
3.      Riwayat perkawinan
·         Kawin                         : Ya
·         Suami yang ke             : 1
·         Lama perkawinan        : 9 tahun
·         Istri yang ke                : 1
4.      Riwayat kehamilan sekarang
·         G1 P0 A0
·         HPHT                          : 05 desember 2010 (pasti)
·         Lamanya                     : 7 hari, 3x ganti pembalut/hari
·         Taksiran persalinan      : 12 september 2011
·         Haid sebelumnya        : 03 november 2010
·         Lamanya                     : 7 hari, 3x ganti pembalut/hari

4.1  Tanda-tanda Kehamilan (Trimester I)
Mual
4.2  Hasil test kehamilan
Tanggal 2 februari, hasil + positif
4.3  Pergerakan fetus dirasakan pertama kali
18 minggu
Pergerakan fetus dalam 24 jam terakhir ± 20 kali
4.4  Keluhan yang dirasakan
Pusing, Mual
4.5  Pola makan
·         Frekuensi : 2x/hari
·         Jenis makanan yabg di konsumsi : Nasi (2x/hari sebanyak satu mangkok kecil ), sayur (1x/hari sebanyak satu mangkok kecil ), lauk pauk (2x/hari biasanya tempe 1 potong atau tahu, telur ikan setiap makan)
·         Jenis makanan yang tidak disukai : tidak ada
·         Alergi terhadap makanan : tidak ada
·         Perubahan pola makan yang dialami : nafsu makan
4.6  Pola eliminasi
·         BAB 1x/hari, konsistensi : padat, keluahan : tidak ada keluhan
·         BAK > 5x/hari, warna : kuning jernih, keluhan : tidak ada keluhan
4.7  Aktifitas sehari-hari
·         Kegiatan dirumah : mencuci, menyetrika, mengepel
·         Kegiatan dikantor : tidak ada
·         Pola istirahat dan tidur : tidur malam ± 7 jam, istirahat siang 1 jam
·         Seksualitas, keluhan : tidak ada keluhan
4.8  Imunisasi
·         TT1 : tanggal 30 januari 2011       TT2 : 28 februari 2011
4.9  Kontrasepsi yabg pernah digunakan : -
5.      Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu dan riwayat menyusui bayi
HAMIL INI
6.      Riwayat Kesehatan
6.1  Riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita sekarang
·         Jantung                  : Tidak ada
·         Darah tinggi          : Tidak ada
·         Hepar                    : Tidak ada
·         Diabetes mellitus   : Tidak ada
·         Anemia berat         : Tidak ada
·         HIV/AIDS                        : Tidak ada
·         Campak                 : Tidak ada
·         Malaria                  : Tidak ada
·         Tuberculosis          : Tidak ada
·         Gangguan mental  : Tidak ada
·         Operasi                  : Tidak ada
·         Asma                     : Tidak ada
·         Alergi                    : Tidak ada
·         Lain-lain                : Tidak ada
6.2  Perilaku kesehatan
·         Mandi                    : 2x/hari
·         Ganti pakaian dalam dan luar : 2x/hari, ganti bila terasa lembab
6.3  kebiasaan hidup sehari-hari
·         Obat-obatan/ jamu yang sering digunakan : tidak pernah mengkonsumsi obat di luar resep dari tenaga kesehatan atau jamu
·         Alergi terhadap obat-obatan : tidak ada alergi terhadap obat-obatan
·         Merokok : tidak merokok
·         Minuman beralkohol : tidak pernah mengkonsumsi alcohol
·         NAPZA : tidak pernah menggunakan NAPZA
7.      Riwayat sosial
7.1  Apakah kehamilan ini direncanakam/diinginkan : direncanakan
7.2  Jumlah jiwa yang tinggal dalam satu rumah : 2 orang (suami dan isteri)
7.3  Pengambilan keputusan dalam keluarga : musyawarah
7.4  Kepercayaan yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, nifas :     tidak ada
8.      Riwayat kesehatan keluarga
       Tidak ada penyakit keturunan dan keturunan kembar

C.    PEMERIKSAAN
1.      Keadaan umum                 : Baik
Kesadaran                         : Composmentis
Keadaan emosional           : Stabil
2.      Tanda Vital
Tekanan darah                   : 110/70 mmHg
Denyut nadi                      : 82x/menit
Suhu tubuh                        : 37°C
Pernapasan                        : 19x/menit
3.      TB                                     : 163 cm
LILA                                 : 28 cm
BB                                     : 68 kg
BB sebelum hamil             : 62 kg, Bertambah 6 kg
4.      Pemeriksaan fisik
4.1  Kepala
·         Rambut    : Bersih, warna hitam dan tidak berketombe
4.2  Muka
·         Kelopak mata       : Tidak edema
·         Konjungtiva         : Tidak pucat
·         Sklera                   : Tidak kuning
·         Kloasma               : Tidak ada
4.3  Hidung
·         Pengeluaran           : Tidak ada
·         Polip                      : Tidak ada
4.4  Mulut, gigi, gusi
·         Stomatitis              : Tidak ada
·         Gusi                       : Tidak mudah berdarah
·         Caries                    : Tidak ada
·         Lidah                     : Bersih
4.5  Leher
·         Pembesaran kelenjar thyroid         : Tidak teraba
·         Pembesaran kelenjar getah bening: Tidak teraba
·         Pembesaran vena jugularis            : Tidak teraba
4.6  Dada
·         Retraksi dinding dada      : Normal
·         Bunyi jantung                   : Normal
·         Bunyi pernapasan              : Normal, Tidak weezing
·         Irama :
·         Payudara
-          Bentuk                                    : Simetris
-          Putting susu                : Bersih, menonjol
-          Aerola mammae          : Melebar dan ada hyperpigmentasi
-          Tanda-tanda retraksi   : Tidak ada
-          Benjolan tumor           : Tidak teraba
-          Pengeluaran                 : Tidak ada
-          Rasa nyeri                   : Tidak ada rasa nyeri
-          Kebersihan                  : Bersih
-          Lain-lain                      : Tidak ada
4.7  Punggung dan pinggang
·         Posisi tulang belakang       : Lordose
·         Pinggang CVAT               : Normal, tidak ada rasa nyeri
4.8  Abdomen
-          Bekas luka operasi      : Tidak ada
-          Bentuk perut               : Sesuai umur kehamilan
-          Kontraksi                    : Tidak ada
-          Benjolan lain               : Tidak teraba
-          Pembesaran lien/liver  : Tidak teraba
-          Linea alba/nigra           : Tidak ada
-          Strie albikan/lividae    : Tidak ada
·         Tinggi fundus Uteri          : 32 cm
·         Leopold I
       Teraba pada fundus bagian bulat, lunak tidak melenting
·         Leopold II
-          Perut ibu sebelah kanan teraba bagian panjang, keras, seperti papan
-          Perut ibu sebelah kiri teraba bagian kecil janin (ektremitas janin)
·         Leopold III
       Teraba bagian terendah janin bulat, keras, melenting dan bagian bawah janin sudah masuk PAP
·         Leopold IV
       Pada perabaan terdapat 4/5 bagian, divergen
·         Taksiran berat janin : 32 – 13 = 19 x 155 = 2945 gram
·         Denyut jantung janin, frekuensi 130x/menit (teratur)
·         Punctum maksimum : DJJ terdengar pada perut kanan ibu 2 jari dibawah pusat
4.9  Ekstimitas atas dan bawah
-          Edema                         : - / -
-          Kekakuan sendi          : Tidak ada
-          Kemerahan                  : Tidak ada
-          Refleks                        : + / +

4.10    Anogenital
-          Luka parut : Tidak ada
-          Vulva vagina
·         Warna : Kemerahan
·         Fistula : Tidak ada
·         Luka    : Tidak ada
·         Varises: Tidak ada
-          Labia mayora/minora  : Tidak edema
-          Kelenjar bartholini
Pembengkakan : Tidak teraba
Rasa nyeri       : Tidak ada
-          Pengeluaran pervaginam : Tidak ada
-          Anus : haemorroid      : Tidak ada
4.11    Pemeriksaan Pelvimetri klinis ( Tidak dilakukan )
4.12    Pemeriksaan laboratorium
·   Darah
-          Hb                     : 12 g %
-          Golongan darah : O
·   Urine
-          Protein             : (-) negative
-          Reduksi           : (-) negative
·   Pemeriksaaan penunjang lain : Tidak dilakukan

LANGKAH II (INTERPRESTASI DATA DASAR)

Diagnosa Ibu dan Janin : G1 P0 A0, Hamil 31 minggu > 4hari. Janin tunggal hidup , intrauterine, presentasi kepala
Dasar                  :
-       Ibu mengatakan kehamilan ini yang pertama dan sebelumnya belum pernah mengalami keguguran
-       HPHT            : 05 Desember 2010
-       TP                  : 12 September 2011
-       TFU               : 32 cm
-       Tanda Vital   
-       Tekanan darah        : 110/70 mmHg
-       Denyut nadi            : 82x/menit
-       Suhu tubuh             : 37°C
-       Pernapasan              : 19x/menit
-       Palpasi Leopold
·      Leopold I
            Teraba pada fundus bagian bulat, lunak tidak melenting
·      Leopold II
-       Perut ibu sebelah kanan teraba bagian panjang, keras, seperti papan
-       Perut ibu sebelah kiri teraba bagian kecil janin (ektremitas janin)
·      Leopold III
       Teraba bagian terendah janin bulat, keras, melenting dan bagian bawah janin sudah masuk PAP
·      Leopold IV
       Pada perabaan terdapat 4/5 bagian, divergen
-       DJJ              : frekuensi 130x/menit (teratur)
-       TBJ             : 2945 gram
-       Pada pemeriksaan ibu mengatakan tidak merasakan nyeri

LANGKAH III (DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL)
      Tidak ada


LANGKAH IV (MENETAPKAN KEBUTUHAN TERHADAP TINDAKAN SEGERA)
       Tidak ada


LANGKAH V (MENYUSUN RENCANA ASUHAN YANG MENYELURUH
1.   Jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu
2.   Jelaskan keluhan yang dirasakan oleh ibu
3.   Jelaskan tanda bahaya kehamilan
4.   Jelaskan persiapan persalinan
5.   Jelaskan tanda-tanda persalinan
6.   Jelaskan dan berikan zat besi (Fe), Kalk (kalsium), Vit C
7.   Meminta ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian pada tanggal 21 Juli 2011 atau jika ada keluhan untuk memeriksakan kehamilannya.
8.   Dokumentasi

LANGKAH VI
(PELAKSANAAN LANGSUNG ASUHAN YANG EFISIENSI DAN AMAN)
1.   Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa keadaan ibu dan janin saat ini baik
TD : 110/70 mmHg
TP : 12 September 2010
Usia kehamilannya : 31 minggu > 4 hari
2.   Menjelaskan keluhan yang dirasakan oleh ibu seperti pusing dan mual dikarenakan perubahan hormonal dalam tubuh dan penyesuaian tubuh terhadap pertumbuhan janin yang membutuhkan jumlah nutrisi dan pola istirahat yang lebih dari sebelum ibu hamil. Menganjurkan kepada ibu untuk mengurangi aktivitas yang berat dan berdiri terlalu lama.
3.   Menjelaskan tentang tanda bahaya kehamilan :
-       Sakit kepala yang hebat
-       Pandangan mata kabur
-       Nyeri ulu hati
-       Edema di tangan dan kaki
-       Perdarahan pravagina
4.   Menjelaskan persiapan persalinan :
-       Persiapan tempat persalinan
-       Persiapan tenaga kesehatan yang menolong
-       Persiapan donor darah
-       Persiapan kendaraan
-       Perlengkapan ibu dan bayi
5.   Menjelaskan tanda-tanda persalinan
-       Mules yang kuat dan teratur biasanya 2 menit sekali
-       Keluarnya flek darah
-       Ketuban pecah
6.   Menjelaskan dan memberikan zat besi (Fe), Kalk (kalsium), Vit C
-       Memberikan ibu tablet zat besi (Fe) , untuk penambah darah agar ibu tidak anemia. Diminum 1x/hari pada malam hari diusahakan diminum dengan air putih. Menimbulkan efek warna BAB menjadi kehitaman.
-       Memberikan tablet Kalk, untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Diminum 2x/hari dengan air putih. Tidak menimbulkan efek samping.
-       Memberikan Vit C ,untuk membantu penyerapan tablet zat besi (Fe) dan untuk menambah stamina ibu.
7.   Meminta ibu untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian pada tanggal 21 Juli 2011 atau jika ada keluhan untuk memeriksakan kehamilannya agar dapat dilihat pertumbuhan janin dan kesehatan ibu
8.   Mendokumentasikan hasil pemeriksaan


LANGKAH VII (EVALUASI)
1.   Ibu mengetahui hasil pemeriksaannya saat ini
2.   Ibu mengetahui keluahan yang dirasakan saat ini
3.   Ibu mengerti tanda bahaya dalam masa kehamilan
4.   Ibu mengerti persiapan untuk persalinannya
5.   Ibu mengerti tanda-tanda persalinan
6.   Ibu mengerti tujuan diberikannya vitamin-vitamin yang telah dijelaska oleh bidan seperti tablet zat besi (Fe) , Kalk, vit C
7.   Ibu bersedia datang untuk kunjungan ulang 1 minggu kemudian pada tanggal 21 Juli 2011atau jika ada keluhan untuk memeriksakan kehamilannya.
8.   Telah mendokumentasikan pemeriksaan





BAB IV
PEMBAHASAN

       Dari hasil study kasus Ny. SZ dengan kebutuhan fisik ibu hamil. Penulis membuat pembahasan yang menghubungkan teori dengan kasus yang dialami Ny. SZ dengan diagnose G1P0A0 hamil 31 minggu > 4 hari.
       Kesadaran Ny. SZ untuk memeriksa dirinya ke Puskesmas sudah tepat, Karena kewaspadaan antenatal sangat penting dalam upaya mendeteksi secara dini adanya kelainan dalam kehamilan, sehingga dapat dilakukan pencegahan apabila adanya resiko tinggi. Selama kehamilan Ny. SZ melakukan pemeriksaan antenatal sebanyak 4x yaitu 1x pada trimester I, 1x pada trimester II dan 2x pada trimester III. Hal ini sesuai dengan peryataan (Saifudin, 2002) bahwa kunjungan antenatal sebaiknya dilakukan paling sedikit 4x selama kehamilan yaitu 1x pada trimester I, 1x pada trimester II dan 2x pada trimester III.
       Kehamilan ibu Ny. SZ dimana dengan adanya proses perubahan fisik, mental dan social. Selain kebutuhan psikologis, kebutuhan fisik juga harus diperhatikan agar kehamilan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Kebutuhan fisik selama hamil Trimester III meliputi mobilisasu/body mekanik, senam hamil dan pola istirahat yang cukup.





BAB V
PENUTUP

5.1  KESIMPULAN
      Setelah penulis memberikan asuhan kebidanan pada kehamilan dengan kebutuhan fisik trimester III
5.1.1  Penulis telah melakukan pengkajian pada ibu hamil dengan kebutuhan fisik trimester III yaitu Ny. SZ
5.1.2  Penulis mengetahui dan dapat menjelaskan mengenai kehamilan trimester III yang mempengaruhi kebutuhan fisik Ny. SZ
5.1.3  Penulis dapat mengetahui dan menjelaskan mengenai kebutuhan fisik ibu hamil.
5.1.4  Penulis telah melakukan rencana asuhan kebidanan pada Ny. SZ yang disusun secara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan yang ada pada Ny.SZ dan telah mendokumentasikan hasil pemeriksaan berdasarkan manajemen kebidanan dengan menggunakan metode tujuh langkah varney.

5.2  SARAN
5.2.1  Bagi Mahasiswa
               Sebaiknya mahasiswa lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta dapat menerapkannya secara langsung ilmu yang didapat selama di Akademi Kebidanan mengenai manajemen asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi baru lahir normal maupun patologis dengan menggunakan manajemen 7 langkah varney.

5.2.2  Bagi Institusi Pendidikan
       Untuk menyediakan sumber-sumber kepustakaan yang lebih lengkap yang berhubungan dengan asuhan kebidanan sehingga memudahkan mahasiswa untuk mengembangkan diri melalaui sumber-sumber tersebut.
5.2.3  Bagi Lahan Praktek
               Agar dapat melakukan asuhan kebidanan dari mulai kehamilan, bersalin, nifas dan bayi baru lahir dengan optimal sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
5.2.4  Bagi Klien
      Diharapkan bagi klien untuk lebih rutin lagi melakukan pemeriksaan kehamilan agar dapat mnedeteksi ada atau tidak adanya komplikasi pada kehamilannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar